Jakarta, Jurnal09.com – Menyikapi maraknya keluhan warga terkait lonjakan populasi nyamuk dalam beberapa pekan terakhir, sinergi lintas elemen masyarakat dan pemerintah setempat bergerak cepat. Tim gabungan yang terdiri dari Kader Jumantik, Dasawisma (Dawis), Kader PKK, Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan, hingga Puskesmas Kembangan Selatan menggelar aksi masif Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah RT 009/RW 01 Kembangan Selatan, Jumat (2/10/2026).
Aksi yang berlangsung dari rumah ke rumah (door-to-door) ini berfokus pada inspeksi mendalam terhadap berbagai titik yang berpotensi menjadi wadah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, petugas menyisir sedikitnya 30 hunian warga. Dari hasil pemantauan presisi di lapangan, petugas menemukan dua rumah terdeteksi positif memiliki genangan air berjentik. Tanpa menunda, tim langsung melakukan tindakan preventif dengan mengaplikasikan bubuk abate pada tempat penampungan air, sekaligus memberikan edukasi persuasif kepada penghuni rumah agar lebih disiplin menjaga kebersihan sarana penampungan air.
Perwakilan Kesra Kelurahan Kembangan Selatan, Elda, menegaskan pentingnya konsistensi dan kesiapsiagaan para kader di garda terdepan. Menurutnya, pemantauan berkala secara langsung ke pemukiman warga merupakan langkah paling efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk sejak dini.
“Kami mendorong seluruh kader Jumantik untuk terus sigap dan proaktif melakukan pengawasan berkala. Apabila mendapati kendala teknis maupun sosial di lapangan, segera koordinasikan dengan Koordinator Jumantik atau pihak Kesra Kelurahan agar solusi cepat dan tepat bisa langsung diterapkan,” tegas Elda.
Ia menambahkan, keberhasilan penanggulangan ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat melalui komitmen gerakan 3M PlusโMenguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan diri tambahan dari gigitan nyamuk.
Melalui kolaborasi harmonis antara warga, kader lingkungan, dan tenaga kesehatan, kegiatan ini diharapkan tak hanya menekan populasi nyamuk di RT 009/RW 01, tetapi juga menciptakan kawasan pemukiman yang tangguh, sehat, dan terbebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Red