SUMBAWA BESAR,NTB, Jurnal09.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMAN 3 Sumbawa tidak berhenti pada kegiatan keagamaan. Di tengah rangkaian HUT ke-35 sekolah tersebut, momentum itu dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya kejujuran, kedisiplinan, integritas dan keteladanan bagi generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar di lapangan basket SMAN 3 Sumbawa, Jumat (4/9/2026). Kegiatan berlangsung khidmat, ditandai lantunan Qalam Maulid yang dibawakan M. Iksan.
Sejumlah unsur sekolah turut hadir, di antaranya KCD Wilayah 4 Sumbawa, Kepala SMAN 3 Sumbawa Agus Surya Pratama, S.Pd., Ketua Komite M. Nurdayat, S.Pd., serta keluarga besar SMAN 3 Sumbawa.
Bagi pihak sekolah, peringatan Maulid menjadi momentum untuk membawa nilai-nilai keteladanan Rasulullah Muhammad SAW ke dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Kepala Sekolah: Kejujuran Jangan Berhenti Jadi Slogan
Kepala SMAN 3 Sumbawa Agus Surya Pratama, S.Pd., menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah harus diterjemahkan dalam perilaku nyata, khususnya di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kejujuran dan kedisiplinan tidak cukup hanya disampaikan dalam kegiatan seremonial. Kedua nilai tersebut harus tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan para pelajar.
“Mari mengambil suri teladan dari Nabi Besar Muhammad SAW. Kejujuran dan kedisiplinan harus menjadi karakter dalam kehidupan, baik sebagai pelajar maupun sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan dunia pendidikan yang tidak hanya menuntut kemampuan akademik. Para siswa juga dituntut memiliki karakter, integritas dan tanggung jawab sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa mendatang.
Tausiah Soroti Makna Kepemimpinan
Pesan tentang keteladanan kemudian diperkuat melalui tausiah yang disampaikan Dr. Supriadi, S.Hi., M.Hi.
Dalam tausianya, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT dan menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai contoh dalam menjalani kehidupan.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan maupun kekuasaan. Seorang pemimpin, menurutnya, harus mampu memberikan contoh dan keteladanan kepada orang lain.
Nilai tersebut dinilai penting ditanamkan sejak bangku sekolah. Para siswa merupakan generasi yang kelak akan mengambil peran di tengah masyarakat, bangsa dan negara.
Karena itu, prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
Sekolah tidak cukup hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berintegritas, bertanggung jawab, disiplin dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

HUT ke-35 Jadi Momentum Evaluasi
Peringatan Maulid Nabi tahun ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-35 SMAN 3 Sumbawa.
Sekolah mengusung tema “Melanjutkan Karya, Menguatkan Prestasi serta Membangun Masa Depan.”
Tema tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan 35 tahun SMAN 3 Sumbawa bukan sekadar persoalan bertambahnya usia sebuah lembaga pendidikan.
Usia tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali karya dan prestasi yang telah dicapai sekaligus mempersiapkan langkah menghadapi tantangan pendidikan ke depan.
Prestasi tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah. Namun, pencapaian akademik dan berbagai penghargaan dinilai tidak akan memiliki makna maksimal apabila tidak dibarengi karakter yang kuat.
Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan
Dari lapangan basket SMAN 3 Sumbawa, pesan Maulid Nabi akhirnya mengarah pada satu hal: pendidikan bukan hanya tentang membuat siswa menjadi pintar, tetapi juga membentuk manusia yang mampu menggunakan ilmu dan prestasinya dengan penuh tanggung jawab.
Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW pun tidak hanya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan sebagai nilai yang diharapkan hadir dalam keseharian siswa.
Memasuki usia ke-35, SMAN 3 Sumbawa membawa pesan bahwa karya dan prestasi harus terus dilanjutkan, tetapi karakter dan akhlak tidak boleh ditinggalkan.
Sebab masa depan bangsa tidak hanya membutuhkan generasi yang berprestasi, tetapi juga generasi yang jujur, disiplin, berintegritas dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
(Rico Ray)