Jakarta, Jurnal09.com – Gelaran kompetisi sepak bola usia dini bergengsi, Jakarta Barat Junior League (JBJL) 2026, resmi bergulir di bawah naungan PSSI Jakarta Barat. Kompetisi yang diikuti oleh ribuan talenta muda dari puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Jakarta Barat ini tidak hanya memikat perhatian para pecinta sepak bola, tetapi juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi para perangkat pertandingan yang bertugas.
Salah satu sosok penting yang mengawal jalannya kompetisi ini, Arya Pathurrachman, yang bertindak sebagai Match Commissioner (Pengawas Pertandingan), mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin jalannya manajemen pertandingan di liga usia dini terbesar di Jakarta Barat tersebut.
Sebagai Match Commissioner, Arya memegang peranan krusial dalam memastikan setiap laga berjalan sesuai dengan regulasi, aman, adil, dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play. Menurutnya, atmosfer penyeleggaraan JBJL tahun ini menunjukkan lompatan kualitas yang sangat luar biasa dari segi organisasi dan antusiasme peserta.
Arya Paturahman menjelaskan bahwa bertugas di kompetisi sepak bola usia dini memiliki tantangan sekaligus kepuasan batin yang berbeda dibanding laga dewasa.
“Tentu sebuah kehormatan dan kebanggaan besar bagi saya bisa dipercaya oleh PSSI Jakarta Barat untuk bertugas sebagai Match Commissioner di JBJL 2026. Ini bukan sekadar menjalankan tugas regulasi di lapangan, tetapi juga ikut andil dalam menjaga ekosistem pembinaan usia dini yang bersih, profesional, dan mendidik bagi adik-adik kita,” ujar Arya saat ditemui di sela-sela kompetisi di Lapangan biMBA Intercon, Jakarta Barat.
Ia juga menambahkan bahwa PSSI Jakarta Barat sangat serius dalam menggarap kompetisi tahun ini, mulai dari digitalisasi data pemain, ketepatan jadwal, hingga kesiapan tim medis dan perangkat pertandingan di lapangan.
Kompetisi JBJL 2026 ini mempertandingkan lima kategori usia, mulai dari U-9 hingga U-17. Pengorganisasian yang rapi membuat tugas pengawas pertandingan berjalan secara optimal demi melindungi hak-hak bermain anak-anak.
Arya berharap, konsistensi yang ditunjukkan oleh PSSI Jakarta Barat melalui ajang JBJL ini dapat terus dipertahankan ke depannya.
“Dengan manajemen kompetisi yang semakin profesional dan tertib, saya optimis dari Jakarta Barat akan lahir bibit-bibit unggul yang nantinya siap menyuplai kebutuhan tim nasional Indonesia di masa depan,” pungkasnya optimis.
Turnamen JBJL 2026 sendiri diproyeksikan bergulir selama beberapa pekan ke depan dan diharapkan terus memunculkan atmosfer persaingan yang sehat serta edukatif bagi seluruh ekosistem sepak bola usia muda di Jakarta. Wawan
