Lelah Jadi Korban Foto Pejabat, Warga Kembangan Desak Tindakan Nyata Atasi Drainase Buruk

JAKARTA, Jurnal09.com – Pemandangan memilukan menyapu RW 01 Kelurahan Kembangan Selatan pasca-banjir besar yang menerjang wilayah tersebut. Bukan lagi air yang menggenang, kini tumpukan harta benda warga yang telah berubah menjadi gunungan sampah menghiasi sudut-sudut jalanan.

Kekecewaan warga mencapai titik nadir saat melihat barang-barang berharga mereka—mulai dari kasur, lemari, hingga peralatan elektronik—terpaksa dibuang karena rusak total terendam air dan lumpur. Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa “agenda rutin” banjir di tahun 2026 ini telah melumpuhkan ekonomi warga secara perlahan.

Di sepanjang jalan akses pemukiman, terlihat truk-truk melintas di samping tumpukan kasur busa yang menghitam, kayu-kayu lemari yang melapuk, dan tumpukan plastik berisi sisa-sisa kehidupan warga yang hancur diterjang luapan air.

Foto : Wawan

Warga harus menerima kenyataan pahit bahwa kerja keras mereka bertahun-tahun ludes hanya dalam hitungan jam. Alat elektronik seperti kulkas dan mesin cuci tampak terbengkalai di teras rumah yang masih menyisakan genangan air. Warga disibukkan dengan mencuci pakaian dan membersihkan sisa lumpur yang masuk hingga ke area dalam rumah.

Tumpukan sampah perabotan yang belum terangkut mulai menimbulkan aroma tidak sedap dan mengganggu akses lalu lintas.
Menagih Solusi, Bukan Sekadar Dokumentasi
Bagi warga RW 01, banjir yang terjadi hingga tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026 ini adalah kegagalan fatal pemerintah daerah. Mereka menilai proyek normalisasi Kali Angke yang mangkrak dan buruknya sistem drainase akibat pembangunan gedung baru adalah akar masalah yang sengaja dibiarkan.

“Harta kami ludes, tapi solusi dari pemerintah daerah seolah hanyut bersama arus banjir,” ujar salah satu warga dengan nada getir. Warga menegaskan bahwa mereka tidak lagi butuh kunjungan pejabat yang hanya datang untuk berfoto di lokasi bencana. Yang mereka butuhkan adalah pengerukan total Kali Angke dan tindakan tegas terhadap pelanggaran drainase agar bencana ini tidak terus berulang dan menyengsarakan rakyat kecil. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *