Isu APBN Menipis Rp120 Triliun Ditepis Purbaya, Pemerintah Klaim Fiskal Aman

Jakarta — Jurnal09.com, Isu menipisnya kas negara hingga hanya tersisa Rp120 triliun ditepis tegas oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap aman dan berada dalam kapasitas yang memadai untuk menopang kebutuhan nasional.

“Nggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan narasi yang dinilai berpotensi menyesatkan publik. Angka Rp120 triliun yang beredar bukanlah gambaran utuh kondisi keuangan negara, melainkan hanya sebagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan pemerintah.

Menkeu menjelaskan, total SAL saat ini mencapai sekitar Rp420 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp120 triliun ditempatkan di Bank Indonesia (BI), sementara Rp300 triliun lainnya telah dimanfaatkan untuk memperkuat likuiditas perbankan.

Langkah injeksi dana ke sektor perbankan ini bukan tanpa tujuan. Pemerintah secara aktif mendorong fungsi intermediasi perbankan guna mempercepat perputaran ekonomi dan mengejar target pertumbuhan nasional. Artinya, dana negara tidak “mengendap”, melainkan diputar secara strategis untuk menjaga stabilitas dan momentum ekonomi.

Penempatan dana SAL sendiri dilakukan secara bertahap, diawali Rp200 triliun dan kemudian ditambah Rp100 triliun, khususnya menjelang periode Lebaran. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan likuiditas masyarakat dan menjaga sistem keuangan tetap solid.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa dana tersebut tetap berada dalam kendali penuh negara. Skema yang digunakan adalah deposito on call, sehingga sewaktu-waktu dapat ditarik kembali sesuai kebutuhan fiskal.

Di tengah derasnya spekulasi, publik diimbau untuk tidak terjebak pada informasi yang parsial. Transparansi pengelolaan keuangan negara menjadi kunci, sekaligus pengingat bahwa stabilitas fiskal tidak bisa dinilai dari satu angka semata, melainkan dari keseluruhan struktur dan strategi pengelolaannya.

( Rico Ray )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *