Jusuf Kalla Peringatkan Dampak Perang Iran: Harga Minyak Naik, BBM Terancam Langka

Jakarta, Jurnal09.com – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menilai eskalasi serangan militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran berpotensi memicu beredarnya harga minyak dunia yang berdampak langsung pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Tentu harga minyak naik.Pasti itu yang pertama, ujar JK di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, kenaikan harga memicu potensi terganggunya jalur impor minyak Indonesia dari kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi sumber pasokan utama untuk menutup defisit produksi dalam negeri.

“Kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah karena produksi kita kurang. Kalau akses itu terhenti, ekonomi kita pasti terdampak,” katanya.

JK menjelaskan gangguan pasokan dapat terjadi apabila konflik meluas dan memicu serangan balasan Iran ke negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS maupun pusat distribusi energi global.

“Iran menyerang Kuwait, Doha, dan Dubai karena di situ ada pangkalan Amerika. Dampaknya ke negara-negara itu, dan efek berantainya akan terasa. Mungkin hari ini belum terasa, tapi dalam seminggu dampaknya bisa mulai terlihat,” ujarnya.

Ia mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi risiko krisis pasokan jika konflik berlangsung lebih lama. Berdasarkan perhitungan JK, cadangan BBM nasional rata-rata hanya mampu bertahan sekitar tiga minggu.

“Setelah itu mungkin masih ada cadangan di Singapura. Namun pasokan dari negara-negara produsen seperti Saudi, Iran, atau Kuwait mungkin terputus,” katanya.

Sebelumnya, Israel melaporkan melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di wilayah Iran. Salah satu serangan dilaporkan berupa tujuh roket yang menghantam Teheran dan wilayah dekat pejabat tertinggi Iran.

Sebagai balasannya, Iran termasuk meluncurkan serangan roket ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap berangkat ke Iran guna memfasilitasi dialog demi memulihkan stabilitas keamanan kawasan.

Pada tanggal 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengonfirmasi wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta libur kerja selama satu pekan.

( Admin1 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *