Jakarta, Jurnal09.com – Banjir yang kembali merendam wilayah RW 01 Kembangan Selatan pada Jumat (23/1/2026) memicu amarah dan keprihatinan mendalam bagi warga RW.01 Kembangan Selatan. Meski bantuan logistik telah mulai mengalir, warga menegaskan bahwa bantuan pangan bukanlah solusi permanen.
Masalah utama yang dihadapi adalah belum maksimalnya proyek normalisasi Kali Angke dan fungsi Bendungan Polor yang melintasi pemukiman mereka.
Sorotan tajam tertuju pada kondisi RT 08 RW 01, sebuah wilayah yang secara geografis berada tepat di perbatasan antara Kota Tangerang dan Kota Jakarta Barat. Saat banjir melanda, wilayah ini menjadi yang paling terdampak sekaligus yang paling sulit dijangkau.
Warga RT 08 merasa status mereka sebagai warga perbatasan membuat mereka sering terabaikan dalam koordinasi penanganan banjir.
“Kami di RT 08 selalu menjadi yang pertama tenggelam dan terakhir surut. Karena posisi kami di perbatasan, kami merasa seperti wilayah yang dianak-tirikan. Saat banjir, kami terisolasi total, akses terputus, dan seolah-olah koordinasi antara Pemda DKI dan Pemkot Tangerang tidak pernah menyentuh kebutuhan nyata kami di sini,” ungkap salah satu warga RT 08 dengan nada kecewa.
Tokoh masyarakat setempat menilai proyek normalisasi yang berjalan selama ini tidak menyentuh titik krusial di Bendungan Polor. Kurangnya aksi nyata menyebabkan wilayah RW 01 kini menjadi langganan banjir karena aliran sungai tidak lagi mampu menampung volume air secara optimal.
”Kami berterima kasih atas bantuan makanan, tapi kami tidak bisa selamanya hidup dari bantuan. Yang kami butuhkan adalah solusi teknis agar rumah kami tidak terendam lagi. Kami mohon Pemda dan Dinas SDA segera membenahi Kali Angke secara maksimal,” tegas salah satu pengurus lingkungan.
Tuntutan Tegas Warga kepada Pemda dan SDA
Melalui pengurus RW 01, warga menyampaikan tuntutan mendesak kepada Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat untuk segera melakukan pembenahan total seperti Percepatan Normalisasi Total Melanjutkan proyek sheet pile dan pengerukan lumpur secara menyeluruh di Kali Angke, terutama di area Bendungan Polor untuk menambah kapasitas tampung.
Optimalisasi Mekanisme Pintu Air Memastikan mekanisme buka-tutup di Bendungan Polor berfungsi baik dan sesuai dengan prosedur darurat banjir.
Mendesak adanya koordinasi lintas batas untuk menangani isolasi wilayah di RT 08 agar tidak lagi menjadi daerah yang terlupakan saat bencana terjadi.
Ketua RW 01 beserta jajaran pengurus lingkungan berharap aspirasi ini didengar oleh pihak terkait. Menurut mereka, tanpa adanya intervensi teknis yang serius pada infrastruktur Kali Angke dan perhatian khusus pada area perbatasan, banjir akan terus menjadi ancaman setiap kali musim penghujan tiba. Red

