MATARAM, Jurnal09.com – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggerakkan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dan relawan kemanusiaan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk turun ke jalan menggalang bantuan.
Aksi bertajuk “Pray for NTT” tersebut digelar di sejumlah titik strategis di Kota Mataram, Selasa (18/8/2026). Para peserta aksi mengajak masyarakat yang melintas untuk ikut membantu warga Flores yang terdampak bencana.
Respon masyarakat terhadap aksi tersebut cukup positif. Sejumlah warga secara sukarela memberikan donasi sebagai bentuk solidaritas kepada korban gempa di NTT.
Gempa kuat yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak serius bagi masyarakat. Berdasarkan catatan BMKG, hingga 17 Agustus pukul 11.00 WIB telah terjadi 1.624 gempa susulan, dengan magnitudo berkisar antara M1,3 hingga M6,2.
NTB Tak Tinggal Diam
Koordinator kegiatan, Yuvensius Aban, SH, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat NTB terhadap warga NTT yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Ini bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Mereka membutuhkan bantuan dan dukungan kita. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka,” ujar Yuvensius kepada Jurnal09.com, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata bertujuan mengumpulkan donasi. Aksi itu juga menjadi bentuk pesan solidaritas bahwa masyarakat NTB ikut merasakan penderitaan warga NTT yang terdampak gempa.
Yuvensius menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Mataram dan sekitarnya yang telah ikut memberikan bantuan secara sukarela.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah peduli dan mengulurkan tangan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal dan membawa manfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” katanya.
Bantuan Dijadwalkan Berangkat ke Flores
Yuvensius menambahkan, dana dan bantuan kemanusiaan yang terkumpul melalui aksi tersebut rencananya akan diberangkatkan bersama relawan menuju Flores, NTT, pada Jumat (21/8/2026).
Gerakan tersebut menjadi gambaran bahwa solidaritas antarsesama tetap tumbuh di tengah situasi bencana. Dari jalanan Kota Mataram, para ojol dan relawan mencoba menghubungkan kepedulian masyarakat NTB dengan kebutuhan warga Flores yang sedang menghadapi dampak gempa.
Pesan yang dibawa pun sederhana: NTB Peduli, Flores Tidak Sendiri.
BERDOALAH UNTUK NTT!
(Aditya)