Home » Sambut 1 Muharam 1448 H, Festival Melala Perkuat Identitas Adat Samawa dan Ukhuwah Islamiyah

Sambut 1 Muharam 1448 H, Festival Melala Perkuat Identitas Adat Samawa dan Ukhuwah Islamiyah

SUMBAWA BESAR, Jurnal09.com – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Tana Samawa melalui gelaran Festival Melala, sebuah perhelatan budaya yang tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai keislaman dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Festival yang diinisiasi oleh Lembaga Adat Tana Samawa ini menghadirkan perpaduan harmonis antara adat dan syariat Islam yang selama berabad-abad menjadi fondasi kehidupan masyarakat Sumbawa. Semangat tersebut tercermin dalam falsafah hidup masyarakat Samawa:

“Adat barenti ko syara’, syara’ barenti ko Kitabullah.”

Falsafah itu menegaskan bahwa adat istiadat masyarakat Samawa senantiasa berlandaskan ajaran Islam sebagai pedoman hidup yang tidak dapat diabaikan.

Ketua Panitia Festival Melala, H. Johan Rosihan, bersama Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasruddin, S.AP., MM, Inov, menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat persatuan masyarakat.

“Melalui Festival Melala ini, kita ingin mengingatkan kembali pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta melestarikan adat dan budaya Samawa sebagai identitas yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar H. Johan Rosihan.

Suasana festival semakin meriah dengan peluncuran lagu daerah berjudul “Samawa Leng Ate”, karya H. Johan Rosihan. Lagu tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap tanah Samawa sekaligus pesan moral untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan terus membangun daerah dengan semangat kebersamaan.

Peluncuran lagu tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Banyak yang menilai karya tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan zaman.

Festival Melala juga menjadi ruang silaturahmi lintas generasi, di mana nilai-nilai adat, budaya, dan keagamaan diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum introspeksi diri, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menjaga warisan budaya yang menjadi kebanggaan Tana Samawa.

Lebih dari sekedar perayaan, Festival Melala hadir sebagai simbol bahwa adat dan agama dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang berkarakter, religius, dan tetap terikat pada nilai-nilai luhur budaya lokal.

Dengan semangat 1 Muharam 1448 Hijriah, masyarakat Sumbawa diharapkan semakin kokoh menjaga persatuan, memperkuat identitas budaya, dan meneruskan warisan leluhur demi masa depan Tana Samawa yang lebih maju dan kokoh.

(Rico Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *