Infrastruktur Adalah Nadi Ekonomi, Tokoh Muda Keo Tengah Soroti Proyek Jalan Mauponggo–Maunori

Jakarta, Jurnal09.com — Infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian daerah. Namun pelaksanaan proyek infrastruktur yang tidak sesuai standar justru berpotensi merugikan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh tokoh muda Keo Tengah, Sandro Adja, terkait pekerjaan jalan ruas Mauponggo–Ngera–Puuwada–Maunori yang saat ini tengah dikerjakan oleh CV Ratu Orzora, dengan konsultan pengawas dari PT Maha Kharisma Adiguna.

Proyek yang bersumber dari APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp9.114.590.000 tersebut diduga bermasalah dalam pelaksanaannya di lapangan. Indikasinya, kondisi jalan yang belum sempat dimanfaatkan oleh masyarakat, namun mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Kami melihat adanya dugaan ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis maupun standar operasional prosedur. Ini sangat memprihatinkan, karena jalan ini belum digunakan, tetapi sudah rusak,” ujar Sandro.

Menurutnya, masyarakat sejati patut mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah mengusulkan pembangunan jalan tersebut hingga ke Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT, bahkan sampai ke Direktorat Jenderal di Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia juga menilai, keberhasilan pengusulan proyek ini tidak terlepas dari peran berbagai tokoh Nagekeo di tingkat pusat yang turut melakukan lobi dan komunikasi strategis.

Namun demikian, Sandro menegaskan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Jalan ini merupakan penghubung penting antara Kecamatan Mauponggo dan Keo Tengah, serta melayani sejumlah desa seperti Keliwatulewa, Kota Gana, Ngera, Lewa Ngera, dan Wajo.

“Wilayah-wilayah ini masih tergolong terlindungi, padahal memiliki potensi komoditas yang besar. Infrastruktur jalan yang baik akan membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sandro yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Paustola menegaskan bahwa infrastruktur yang memadai—seperti jalan, irigasi, dan listrik—akan menekan biaya logistik, meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, serta membuka peluang investasi di daerah.

“Infrastruktur adalah nadi perekonomian. Jika tidak dibangun dengan baik, maka sulit bagi daerah ini untuk berkembang secara signifikan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi proyek hingga tuntas. Selain itu, ia berharap anggota DPRD dari daerah pemilihan II Mauponggo–Keo Tengah dapat ikut mengawal pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

(Rico Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *