Tragis, Pelajar SD Kelas IV Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Cengkeh

NTT,POLRES NGADAJurnal09.com Korban ditemukan dengan posisi tergantung pada dahan cengkeh dengan menggunakan tali nilon pada Kamis, 29/1/2026 sekitar pukul 11.00 Wita.

Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino, SI K melalui KBO Sat. Intelkam Polres Ngada, Iptu Thomas Aquino Mere, SAP mengatakan korban bernama Yohanes Bastian Roja. Berusia 10 tahun yang merupakan siswa kelas IV SD di Rutojawa.

Iptu Thomas yang biasa di Sapa Oman menjelaskan bahwa awalnya saksi hendak mengikat hewan ternak (kerbau) disekitar pondok milik nenek korban. Setelah itu Saksi menuju pondok untuk menyampaikan titip hewan kerbau yang terikat tersebut.

Namun sebelum sampai menuju pondok, Saksi melihat korban dalam kondisi tergantung. seketika Saksi langsung lari menuju kearah jalan dan berteriak meminta tolong.

Mendengar itu, warga sekitar berdatangan menuju sumber suara minta tolong. Setelah itu, warga berdatangan untuk melihat kejadian tersebut dan langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Pos Polisi dan Posramil Jerebuu.

Setelah mendapat informasi, anggota langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah sampai dilokasi, personil melakukan indentifikasi dan olah TKP.

“Kondisi korban, leher terikat 2 utas tali nilon warna hijau. Selain itu anggota juga menemukan sepucuk surat tulis tangan dengan menggunakan tulisan bahasa daerah Bajawa” ujar, Iptu Thomas.

Isi dalam surat tersebut dengan kalimat dalam bahasa daerah “kertas ti’i mama Reti Mama Galo Zee Mama molo ja’o galo mata Mae Rita ee mama .Ama Jao Galo mata Mae woe Rita ne’e gae ngao ee. Molo mama”.

Kalimat yang ditulis dalam kertas tersebut yang artinya “kertas buat mama Reti. Mama saya pergi dulu mama relakan saya pergi (meninggal). Jangan menangis ya mama. Mama saya pergi ( meninggal).tidak perlu mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal mama”.

Setelah dilakukan olah TKP, Kata Iptu Thomas aquino mere bahwa unit identifikasi sat Reskrim Polres Ngada menurunkan korban dan selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Naruwolo untuk dilakukan Visum Et Repertum. Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

(Rico Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *