Jakarta, Jurnal09.com — Keputusan Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran menteri dan pejabat tinggi negara pada Kamis (1/10) menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Namun, bagi masyarakat awam seperti Pendih Junaedi (42), seorang warga yang sehari-hari beraktivitas di kawasan Jakarta Barat, riuk-pikuk gonta-ganti kursi menteri di Istana terasa jauh dari realitas hidup sehari-hari.
Saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Pendih mengaku tidak terlalu ambil pusing mengenai nama-nama baru yang masuk atau terdepak dari Kabinet Merah Putih. Menurutnya, hal yang paling dinantikan masyarakat kecil bukanlah siapa yang menduduki jabatan tersebut, melainkan hasil nyata dari kinerja mereka.
“Jujur saja, kalau orang awam kayak saya ini jujur enggak terlalu hapal siapa menteri baru atau menteri lama. Mau diganti berapa kali pun, yang penting buat rakyat kecil itu dampaknya di lapangan,” ujar Pendih dengan polos.
Pendih menumpahkan harapannya agar perombakan kabinet ini membawa perubahan langsung terhadap beban hidup masyarakat. Ia menyoroti masalah stabilitas harga bahan pokok dan ketersediaan lapangan kerja yang masih menjadi tantangan utama keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.
“Harapan saya cuma sederhana, mas. Sembako jangan makin mahal, listrik dan bahan bakar terjangkau, terus nyari kerjaan buat anak-anak muda enggak susah. Siapa pun Menko atau Menterinya, tolong lebih sering turun ke bawah dan dengar keluhan orang kecil,” tambahnya.
Ia juga menanggapi pergeseran posisi pejabat strategis, seperti jabatan Kapolri dan menteri-menteri bidang ekonomi, dengan pesan singkat agar pejabat terlantik benar-benar amanah.
“Kertas keputusan dan acara pelantikan di TV itu kelihatan megah, tapi ujian sebenarnya ya setelah ini. Kita sebagai warga cuma bisa berharap pejabat baru ini amanah dan enggak cuma janji manis,” tutup Pendih sembari tersenyum.
Tanggapan senada kerap terdengar dari masyarakat awam yang memandang reshuffle bukan sekadar panggung politik, melainkan ujian pembuktian apakah jajaran pejabat baru sanggup menjawab kebutuhan dasar rakyat. Red