JAKARTA, Jurnal09.com – Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam penegakan hukum. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Kapolri dan Jaksa Agung di Kejaksaan Agung, yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi guna memperkuat koordinasi kedua institusi.
Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bukanlah agenda baru, melainkan bagian dari komunikasi yang selama ini rutin dilakukan antara pimpinan Kejaksaan dan Polri.
“Ini bukan program baru. Kami sudah lama menjalin komunikasi dan hubungan baik. Jangan ada anggapan bahwa Kejaksaan dan Kepolisian saling berhadapan. Kami adalah mitra yang memiliki tujuan yang sama dalam penegakan hukum,” ujar Jaksa Agung.
Dalam kesempatan itu, Kapolri menyampaikan bahwa hubungan antara Polri dan Kejaksaan merupakan bagian penting dari sistem peradilan pidana (criminal justice system) yang harus terus diperkuat demi memberikan pelayanan hukum yang lebih baik kepada masyarakat.
Menurut Kapolri, kedua lembaga juga berencana meningkatkan kerja sama melalui program pertukaran pendidikan dan pelatihan antara jaksa dan penyidik Polri. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam setiap tahapan proses penegakan hukum.
“Kemitraan, sinergitas, dan kolaborasi antara Kejaksaan dan Kepolisian akan terus kami tingkatkan agar masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus rasa keadilan,” kata Kapolri.
Ia menegaskan bahwa Polri dan Kejaksaan merupakan satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga penegakan hukum di Indonesia.
Jaksa Agung menambahkan, sinergi kedua institusi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, kualitas penyidikan akan sangat menentukan keberhasilan proses penuntutan hingga menghasilkan putusan pengadilan yang berkualitas.
“Hasil penyidikan yang baik akan menghasilkan penuntutan yang baik, dan penuntutan yang baik akan menghasilkan putusan yang baik. Karena itu, sinergi merupakan sebuah keharusan,” tegasnya.
Menanggapi pertanyaan awak media mengenai isu hubungan kedua institusi, Kapolri memastikan tidak pernah ada konflik antara Kepolisian dan Kejaksaan. Ia mengatakan komunikasi dan koordinasi akan terus diperkuat hingga ke tingkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami sepakat untuk terus memperkuat silaturahmi dan sinergi. Tidak pernah ada masalah antara institusi Kepolisian dan Kejaksaan. Kami memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan rasa aman, kepastian hukum, dan keadilan kepada masyarakat,” ujar Kapolri.
Jaksa Agung juga menegaskan bahwa kerja sama antara Kejaksaan dan Polri telah berlangsung sejak lama sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen kedua institusi dalam menjaga soliditas demi mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
( Rico Ray )
