Jakarta, Jurnal09.com – Badai eksodus pemain tidak mengendurkan semangat Sekolah Sepak Bola (SSB) Insport Kedoya untuk menatap kompetisi Jakarta Barat Junior League (JBJL) 2026 yang diselenggarakan oleh PSSI Jakarta Barat. Manajemen dan tim pelatih menegaskan bahwa kondisi SSB Insport Kedoya saat ini sama sekali tidak mempengaruhi komitmen mereka untuk tetap berpartisipasi dan bersaing di level tertinggi sepak bola usia dini tersebut.
Pada gelaran JBJL 2026 kali ini, SSB Insport Kedoya dipastikan akan turun penuh dengan menyertakan empat kategori umur sekaligus, yaitu U-09, U-11, U-13, dan U-15. Keikutsertaan di seluruh kelompok umur ini menjadi bukti nyata bahwa roda pembinaan di dalam Insport Kedoya tetap berjalan berkesinambungan meski sempat diterpa isu kehilangan pilar-pilar penting.
Demi mematangkan kesiapan tim menjelang sepak mula kompetisi resmi, jajaran pelatih Insport Kedoya bergerak cepat melakukan serangkaian pertandingan uji coba. Salah satu agenda krusial yang baru saja dilakoni adalah melakoni laga sparing partner melawan tim kuat lokal, Tunas Betawi, pada Selasa (30/6).
Laga uji coba ini dimanfaatkan jajaran pelatih untuk menguji mental bertanding para pemain baru, sekaligus menyatukan kembali chemistry antarlini yang sempat renggang pasca perombakan skuad.
“Kami sangat membutuhkan persiapan yang matang dan terukur untuk menghadapi JBJL 2026 ini. Kehilangan beberapa pemain tentu menjadi tantangan, tetapi bukan alasan untuk meratap. Lewat sparing seperti melawan Tunas Betawi, kami bisa melihat sejauh mana kesiapan anak-anak dan langsung mengevaluasi kekurangan yang ada,” ujar perwakilan tim pelatih Insport Kedoya.
Manajemen Insport Kedoya menilai bahwa JBJL bukan sekadar tentang memburu trofi juara, melainkan panggung krusial bagi jam terbang dan perkembangan karakter para pesepak bola muda. Dengan kerangka tim yang baru, Insport Kedoya justru melihat hal ini sebagai berkah tersembunyi (blessing in disguise) yang memberikan kesempatan bagi pemain-pemain lain untuk unjuk gigi dan membuktikan kapasitas mereka.
Dengan menyisakan waktu persiapan yang ada, grafik permainan anak-anak Kedoya diharapkan terus meningkat. SSB Insport Kedoya siap membuktikan bahwa kolektivitas tim dan kerja keras di lapangan jauh lebih menentukan ketimbang ketergantungan pada beberapa individu pemain saja. Wh
