Home » Babak Baru Korupsi MBG : Sony Sanjaya Ajukan JC, Serahkan 20+ Nama Besar ‘Penikmat’ Bancakan Anggaran

Babak Baru Korupsi MBG : Sony Sanjaya Ajukan JC, Serahkan 20+ Nama Besar ‘Penikmat’ Bancakan Anggaran

Jakarta, Jurnal09.com – Kasus dugaan korupsi tata kelola anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), memasuki babak baru yang semakin memanas. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, memutuskan untuk mulai “bernyanyi” dan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) kepada penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, purnawirawan Polri berpangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen) tersebut menyerahkan daftar berisi puluhan nama tokoh besar yang diduga ikut menikmati aliran dana haram tersebut.

”Kami bekerja sama kepada penyidik kan untuk mengungkap peranan-peranan yang lebih besar daripada sebuah program presiden tadi,” ujar Krisna Murti saat mendampingi kliennya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/6).

Tidak main-main, ada lebih dari 20 nama tokoh berpengaruh yang masuk dalam daftar hitam yang diserahkan ke penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tiga tersangka utama yang merupakan mantan unsur pimpinan BGN, yaitu:

  1. Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN)

  2. Lodewyk Pusung

  3. Sony Sanjaya (Mantan Wakil Kepala BGN)

Direktur Penyidikan (Dirdik) JAM Pidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, membeberkan bahwa modus para tersangka tergolong sangat rapi dan masif. Anggaran jumbo program MBG yang mencapai Rp 85,27 triliun pada 2025 dan melonjak drastis menjadi Rp 268 triliun pada 2026 justru dijadikan ladang bancakan.

Tak hanya bermain di sektor kemitraan yayasan, ketiga mantan pimpinan BGN ini juga diduga kuat melakukan intervensi langsung terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proses pengadaan barang dan jasa.

Penyidik menemukan bahwa penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) pada BGN sengaja dimanipulasi sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Dampaknya, terjadi penggelembungan harga (markup) yang sangat signifikan pada anggaran negara.

Kini, bola panas berada di tangan penyidik JAM Pidsus Kejagung. Publik menunggu seberapa berani kejaksaan menyeret nama-nama besar baru yang ada di dalam “kantong” Sony Sanjaya demi menyelamatkan program gizi anak bangsa ini. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *