Jakarta, Jurnal09.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mengambil langkah progresif untuk menekan angka tawuran antar-pelajar yang kian berkembang di era digital. Sebanyak 100 pelajar dari 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) dikumpulkan dalam sebuah dialog interaktif pencegahan tawuran di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah yang menyampaikan rasa bahagianya bisa bertatap muka dan berdialog langsung dengan para generasi muda. Momen ini sekaligus mengingatkan beliau pada kilas balik tugas-tugas serupa yang pernah dijalani di wilayah Jakarta Timur.
Dalam paparannya, pihak Wali Kota menekankan bahwa fenomena tawuran pelajar bukanlah masalah baru. Namun, yang menjadi tantangan berat saat ini adalah polanya yang bergeser menjadi lebih “kreatif” dan dinamis akibat pemanfaatan teknologi digital dan media sosial.
“Saat ini kasusnya lebih kreatif dan dinamis seiring pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Jakarta Barat kini tengah mengoptimalkan fungsi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di seluruh SMA di wilayah Jakarta Barat. Program ini nantinya akan dibina langsung oleh para guru Bimbingan Konseling (BK) di masing-masing sekolah.
Optimasi PIK-R ini diharapkan mampu menjadi wadah positif yang menumbuhkan rasa kebersamaan, inklusivitas, dan kekeluargaan di lingkungan sekolah, sehingga para pelajar tidak lagi mencari pelampiasan negatif di luar sekolah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Matondang, menjelaskan bahwa dialog interaktif ini merupakan tindak lanjut nyata dari program strategis Wali Kota Jakarta Barat terkait penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk isu krusial tawuran di usia sekolah.
“Maksud dan tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menghilangkan, atau setidaknya meminimalisir, perilaku aksi kekerasan dan tawuran, khususnya di lingkungan anak-anak sekolah,” tegas Tumpal.
Melalui sinergi antara pemerintah, pihak sekolah melalui guru BK, dan komitmen dari para pelajar sendiri, Jakarta Barat diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari jerat aksi kekerasan jalanan. Red
