SUMBAWA BESAR, NTB, Jurnal09.com – Sebanyak 486 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa mengikuti Festival Anak Saleh 2026, sebuah ajang pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat iman, serta membangun karakter dan akhlak mulia sejak usia dini.
Festival yang mengusung tema “Cetak Generasi Hebat, Cerdas, Berakhlak, Raih Ridha Allah” tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, hingga 1 November 2026, dengan menghadirkan berbagai perlombaan keagamaan yang melibatkan anak-anak dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Pembukaan festival berlangsung dengan dihadiri para wali murid serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran pentingnya dukungan bersama dalam membangun generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi keimanan dan akhlak yang kuat.
Festival Anak Saleh 2026 bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi, melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, serta memperdalam pemahaman dan kecintaan terhadap ajaran Islam.
Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan perubahan sosial, pembentukan karakter generasi muda menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan. Kecerdasan intelektual perlu berjalan beriringan dengan keimanan, kesantunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
EDY SOFIYAN GOLE: GENERASI HEBAT HARUS CERDAS, TANGGUH, DAN BERIMAN
Pembina Yayasan Samawa Intan Kalanis, Edy Sofiyan Gole, menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, pembinaan karakter sejak usia dini menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi memberikan banyak peluang bagi perkembangan anak. Namun, tanpa pendampingan dan pegangan moral yang kuat, berbagai pengaruh negatif juga dapat mengancam proses tumbuh kembang mereka.
Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Anak-anak juga harus dibimbing agar memiliki nilai-nilai kehidupan yang kuat, menghormati sesama, menjaga perilaku, serta mampu membedakan hal yang baik dan buruk.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua, sekolah, lembaga pendidikan keagamaan, yayasan, tokoh agama, hingga masyarakat.
Festival Anak Saleh diharapkan menjadi salah satu wadah yang mampu memperkuat sinergi tersebut sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman melalui kegiatan yang mendidik dan membangun semangat anak-anak.
SURIYADI CHUNK: FESTIVAL INI BUKTI KEPEDULIAN TERHADAP MASA DEPAN GENERASI BANGSA
Ketua Panitia Pelaksana, Suriyadi Chunk, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Anak Saleh 2026 merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa, khususnya anak-anak di Kabupaten Sumbawa.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, menunjukkan bakat, membangun kepercayaan diri, serta memperkuat pemahaman keagamaan dalam suasana kompetisi yang positif.
Antusiasme 486 peserta menjadi salah satu gambaran besarnya ruang partisipasi anak-anak dalam kegiatan pembinaan keagamaan. Jumlah tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pembinaan generasi Qurani terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Namun, keberhasilan festival tidak cukup diukur dari kemeriahan pembukaan, banyaknya peserta, ataupun jumlah penghargaan yang berhasil diraih.
Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana nilai-nilai yang dipelajari selama festival dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kejujuran, kedisiplinan, kesantunan, kepedulian, dan tanggung jawab merupakan karakter yang perlu tumbuh dalam diri setiap anak, baik ketika berada di rumah, di sekolah, maupun di tengah masyarakat.
Dengan demikian, perlombaan keagamaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan anak-anak.

EMPAT CABANG LOMBA, SATU MISI: MELAHIRKAN GENERASI CINTA AL-QUR’AN
Festival Anak Saleh 2026 menghadirkan empat cabang perlombaan keagamaan yang dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta dalam menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Empat cabang tersebut meliputi:
1. Lomba Adzan
Melatih keberanian, ketepatan, dan penghayatan anak dalam mengumandangkan panggilan salat, sekaligus menumbuhkan pemahaman terhadap pentingnya ibadah.
2. Pildacil
Mengasah kemampuan anak dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan bahasa yang mudah dipahami, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta membangun kepercayaan diri.
3. Tilawah Al-Qur’an
Menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci melalui pembacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, sekaligus memperkenalkan keindahan lantunan ayat-ayat suci.
4. Hafalan Ayat-Ayat Pendek
Memperkuat hafalan dan membiasakan anak berinteraksi dengan Al-Qur’an sejak dini sebagai bagian dari pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat cabang perlombaan tersebut bukan semata-mata menjadi arena persaingan untuk menentukan siapa yang terbaik. Setiap peserta diharapkan memperoleh pengalaman, pembelajaran, serta motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperdalam nilai-nilai keagamaan.
Sebab, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Tugas lingkungan pendidikan dan keluarga adalah memberikan ruang agar potensi tersebut dapat berkembang secara positif.
JANGAN BERHENTI PADA SEREMONI, PEMBINAAN KARAKTER HARUS BERKELANJUTAN!
Festival Anak Saleh 2026 membawa pesan penting bagi masa depan Kabupaten Sumbawa bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari pembentukan karakter generasi muda.
Pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang seberapa tinggi prestasi akademik yang diraih, melainkan juga tentang bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan, menjaga perilaku, menghargai orang lain, dan menjalankan tanggung jawabnya.
Karena itu, kegiatan selama empat hari ini perlu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan di rumah. Lembaga pendidikan bertanggung jawab memperkuat pengetahuan dan karakter, sementara masyarakat perlu menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan mendukung perkembangan moral anak.
Pembinaan agama juga harus berlangsung secara konsisten, bukan hanya ketika festival digelar atau saat anak-anak mengikuti perlombaan.
Anak-anak Sumbawa diharapkan tidak sekadar mampu membaca, melantunkan, dan menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta menerapkan nilai-nilainya dalam perilaku sehari-hari.
Generasi hebat bukan hanya mereka yang berdiri di atas panggung dan menerima penghargaan. Generasi hebat adalah mereka yang menjadikan iman sebagai pegangan, ilmu sebagai bekal, dan akhlak sebagai landasan dalam setiap tindakan.
Melalui Festival Anak Saleh 2026, Kabupaten Sumbawa diharapkan terus memperkuat langkah dalam menyiapkan generasi penerus yang cerdas, tangguh, beriman, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.
Sebab, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang.
Festival Anak Saleh 2026: Mengawal Pendidikan Karakter, Menyemai Generasi Qurani, Menyiapkan Masa Depan Sumbawa.
(Irwanto)