Penulis: Irwanto Messa
Sumbawa Besar,NTB, Jurnal09.com – Nusa Tenggara Barat memiliki banyak tokoh dengan pengalaman dan latar belakang beragam. Namun, tantangan terbesar seorang pemimpin bukan sekadar memiliki popularitas, melainkan kemampuan mengubah persoalan masyarakat menjadi gagasan dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan yang berdampak nyata.
Nama Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., atau yang akrab disapa Bang Zul, kembali menjadi perhatian dalam dinamika politik NTB. Lahir di Sumbawa Besar pada 18 Mei 1972, Bang Zul memiliki pengalaman di tiga ruang penting, yakni akademik, ekonomi, dan politik.
Pengalaman tersebut membawanya ke panggung politik nasional sebagai anggota DPR RI sebelum kemudian dipercaya menjadi Gubernur NTB periode 2018–2023.
Namun, pembicaraan mengenai Bang Zul hari ini tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan yang pernah diembannya. Salah satu narasi yang terus melekat adalah perhatiannya terhadap masa depan generasi muda NTB.
Anak Muda Tak Boleh Hanya Jadi Penonton
Gagasan tentang generasi muda menjadi salah satu isu yang kerap didorong Bang Zul. Anak-anak muda NTB didorong untuk meningkatkan pendidikan, berani menembus perguruan tinggi terbaik, mengembangkan usaha, menguasai teknologi, serta memiliki daya saing hingga tingkat nasional dan global.
Gagasan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang berlangsung cepat.
NTB tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam dan sumber daya yang dimiliki. Potensi tersebut harus diubah menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pariwisata, misalnya, tidak hanya dituntut mendatangkan wisatawan, tetapi juga harus membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat lokal. Begitu pula sektor pertanian yang perlu bergerak dari sekadar menghasilkan komoditas menuju pengembangan industri dan nilai tambah.
Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia menjadi pekerjaan besar. Anak muda NTB harus dipersiapkan bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan pekerjaan.
Pengalaman Politik Bukan Jaminan
Jika Bang Zul kembali ditempatkan dalam pembicaraan mengenai masa depan kepemimpinan NTB, pengalaman sebagai akademisi, politisi, anggota DPR RI, dan mantan gubernur tentu menjadi modal penting.
Namun, pengalaman saja tidak cukup.
Masyarakat membutuhkan gagasan yang lebih konkret, terukur, dan mampu menjawab persoalan sehari-hari. Lapangan pekerjaan, pendidikan berkualitas, pelayanan publik yang mudah, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga masa depan anak-anak muda merupakan persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan slogan.
Masyarakat NTB juga semakin kritis dalam menilai seorang pemimpin. Popularitas dan nostalgia masa lalu tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran.
Yang jauh lebih penting adalah rekam jejak, gagasan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari Gagasan Menuju Lompatan
Jika benar nama Bang Zul kembali berada dalam bursa kepemimpinan NTB, pertanyaan yang muncul bukan hanya mengenai siapa yang paling dikenal atau paling populer.
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mampu membawa NTB melakukan lompatan?
Di titik inilah gagasan Bang Zul akan kembali diuji.
Bukan melalui baliho.
Bukan semata melalui nostalgia.
Dan bukan pula hanya melalui popularitas.
Melainkan melalui kemampuan menghadirkan gagasan yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.
NTB membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu berbicara tentang masa depan, tetapi juga mampu membuat masyarakat percaya bahwa masa depan tersebut dapat diwujudkan.
Bang Zul memiliki pengalaman, jaringan dan kapasitas akademik. Ia juga pernah berada di pucuk pemerintahan daerah.
Kini tantangannya adalah bagaimana seluruh modal tersebut dapat diterjemahkan menjadi agenda konkret untuk membawa NTB menghadapi perubahan zaman.
Pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara mengenai perubahan.
Kepemimpinan diuji dari siapa yang berani mengubah gagasan menjadi kerja nyata dan membuat hasilnya dirasakan masyarakat.
( R,R/Irwanto Messa )