JAKARTA, Jurnal09.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat resmi memulai pelaksanaan Gerakan Bersih Lumpur (Gerbek Lumpur) secara serentak di berbagai titik pada Minggu (19/7/2026). Program tersebut menjadi langkah nyata dalam mengurangi risiko banjir dan genangan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat.
Kick-off kegiatan dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Barat Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si., dan dihadiri Komandan Kodim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki, S.H., M.P.M., serta Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan juga diikuti jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, Satpol PP, Mitra Jaya, hingga para Ketua RW.
Gerakan diawali dengan apel bersama. Dalam arahannya, Wali Kota Jakarta Barat menegaskan bahwa Gerbek Lumpur bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan program berkelanjutan yang akan dilaksanakan mulai 19 Juli hingga 31 Desember 2026.
Ia menjelaskan, pembersihan saluran air dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi di lapangan. Lokasi yang dapat ditangani secara manual akan dikerjakan melalui kerja bakti dan gotong royong warga bersama unsur pemerintah.
Selain itu, setiap pelaksanaan kegiatan diwajibkan membuat laporan mengenai volume lumpur maupun material yang berhasil diangkat sebagai bentuk evaluasi agar program berjalan terukur dan berkesinambungan.
Pelaksanaan Gerbek Lumpur di wilayah Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, memperlihatkan sinergi lintas sektor. Personel Kodim 0503/Jakarta Barat, Koramil 04/Cengkareng, Polres Metro Jakarta Barat, Polsek Cengkareng, Satpol PP, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat bergotong royong membersihkan saluran drainase.
Menurut Iin Mutmainnah, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan persoalan lingkungan, khususnya dalam mengurangi potensi banjir saat musim hujan.
“Jangan berhenti setelah pelaksanaan kick-off. Kegiatan ini harus terus berjalan secara rutin sesuai pemetaan dan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.

Program Gerbek Lumpur juga diintegrasikan dengan upaya pengelolaan sampah. Pembersihan saluran dari endapan lumpur dan sampah dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air serta meminimalkan penyumbatan drainase.
“Secara tidak langsung, sampah yang ada di saluran kita bersihkan. Ini menjadi bagian dari upaya mengurangi dan menghilangkan sampah dari saluran atau got yang menghambat aliran air,” ujar Iin.
Di samping kerja bakti, Pemerintah Kota Jakarta Barat terus melaksanakan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, termasuk pembangunan waduk dan penyambungan saluran menuju badan air yang lebih besar. Salah satu proyek yang tengah berjalan ialah pembangunan Waduk Kolor di Kembangan Selatan.
Melalui pelaksanaan Gerbek Lumpur hingga akhir tahun 2026, Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap dampak nyata dapat dirasakan masyarakat ketika memasuki musim hujan pada awal 2027.
“Dengan niat kita bersama, kita akan lihat nanti di awal tahun 2027, ketika hujan mulai memasuki musimnya, semoga wilayah Jakarta Barat mengalami pengurangan banjir secara signifikan dan warga tidak lagi terendam rumahnya,” pungkas Wali Kota.
Usai apel, seluruh peserta langsung bergerak ke lokasi yang telah ditentukan untuk melaksanakan pembersihan saluran dan pengangkatan lumpur sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bebas genangan.
(Admin1)
