Home » Dualisme Kepengurusan Muaythai Sumbawa Ancam Persiapan Porprov, Plt Ketua Ajak Semua Pihak Bersatu

Dualisme Kepengurusan Muaythai Sumbawa Ancam Persiapan Porprov, Plt Ketua Ajak Semua Pihak Bersatu

Sumbawa Besar, NTB – Jurnal09.com – Konflik dualisme kepengurusan Muaythai Kabupaten Sumbawa kembali mencuat dan berdampak berdampak terhadap persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB). Jika tidak segera terselesaikan, polemik tersebut berpotensi menghambat pembinaan atlet hingga mengganggu keikutsertaan kontingen Muaythai Sumbawa pada ajang olahraga tingkat provinsi itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Muaythai Kabupaten Sumbawa, L. Sandi LB, menyatakan bahwa dirinya mendapat mandat resmi dari Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) untuk menjalankan roda organisasi di tingkat kabupaten.

Menurutnya, kepengurusan yang dipimpinnya memiliki dasar administratif yang sah dari PBMI sehingga bertanggung jawab melakukan konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan para atlet menghadapi Porprov NTB.

Di tengah polemik tersebut, beredar informasi bahwa PBMI Pusat diminta mengambil langkah tegas terhadap kepengurusan sebelumnya yang diduga melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Hingga kini, informasi tersebut masih menunggu tindak lanjut dari PBMI.

Sandi berharap seluruh pihak dapat melupakan perbedaan yang terjadi dan mengutamakan kepentingan pelatihan atlet. Ia juga mengajak pengurus yang berstatus demisioner untuk kembali bersatu demi kemajuan olahraga Muaythai di Kabupaten Sumbawa.

> “Mari kita tinggalkan polemik. Yang paling penting adalah menyelamatkan pembinaan atlet dan bersama-sama membesarkan Muaythai Sumbawa agar mampu berprestasi di Porprov,” ujar Sandi.

Sejumlah pemerhati olahraga turut menyayangkan konflik internal yang berkepanjangan. Mereka menilai dualisme kepengurusan justru merugikan para atlet yang telah menjalani latihan untuk membawa nama baik Kabupaten Sumbawa di ajang Porprov.

Oleh karena itu, mereka berharap PBMI Pusat, KONI Kabupaten Sumbawa, serta seluruh pihak terkait segera memberikan kepastian terhadap status kepengurusan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting agar proses pembinaan atlet dapat berjalan optimal dan persiapan menghadapi Porprov tidak terganggu oleh persoalan administrasi maupun organisasi.

(Rico Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *