Home » Dua Kali Digagalkan dalam Sehari, Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Botol Obat dan Kunciran Rambut

Dua Kali Digagalkan dalam Sehari, Rutan Jakarta Pusat Gagalkan Penyelundupan Narkoba Modus Botol Obat dan Kunciran Rambut

JAKARTA, Jurnal09.com – Anggota komite peredaran narkoba di lingkungan masyarakat kembali dibuktikan oleh jajaran Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat. Dalam waktu kurang dari satu hari, petugas berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba dengan modus yang berbeda dan terbilang nekat.

Keberhasilan tersebut terjadi pada Senin (15/6/2026), saat petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap pengunjung yang hendak memasuki area kunjungan Rutan.

Modus Cairan Narkotika dalam Botol Obat Batuk

Upaya penyelundupan pertama terjadi pada sesi kunjungan pagi sekitar pukul 10.50 WIB. Seorang wanita pengunjung berinisial NA (22) diduga mencoba memasukkan narkotika jenis cairan Etomidate dengan cara menyamarkannya ke dalam botol obat batuk merek OBH Combi ukuran 60 ml.

Namun, ketelitian petugas berhasil mengungkap modus tersebut.

Kecurigaan muncul ketika petugas pemeriksa barang menemukan isi botol hanya terisi sebagian dan mengeluarkan aroma menyengat yang tidak lazim seperti obat batuk pada umumnya.

Menyadari adanya kejanggalan, petugas langsung mengamankan botol tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sabu Disembunyikan di Kunciran Rambut

Belum selesai menangani kasus pertama, petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkoba pada sesi kunjungan siang sekitar pukul 14.40 WIB.

Kali ini, seorang wanita berinisial MU (39) diamankan setelah petugas menemukan paket yang diduga narkotika jenis sabu saat dilakukan pemeriksaan badan secara menyeluruh.

Yang mengejutkan, barang haram tersebut disembunyikan di tempat yang tidak biasa, yakni di dalam kunciran rambut berwarna hitam yang dikenakan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal, paket sabu yang ditemukan memiliki berat kotor sekitar 8 gram.

Modus penyembunyian yang terbilang unik itu tetap tidak mampu mengelabui ketelitian petugas yang bertugas.

Karutan: Tidak Ada Ruang bagi Narkoba di Dalam Rutan

Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang dinilai telah bekerja dengan penuh integritas, profesionalisme, dan kewaspadaan tinggi.

Menurutnya, keberhasilan menggagalkan dua upaya penyelundupan dalam satu hari menjadi bukti nyata bahwa sistem pengawasan berjalan efektif.

> “Saya mengapresiasi seluruh petugas yang tetap konsisten menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur dan tidak lengah terhadap setiap potensi gangguan keamanan. Ini adalah bukti komitmen kami menjaga Rutan tetap aman dan bersih dari narkoba,” tegas Wahyu.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyelundupan narkoba maupun barang terlarang lainnya.

Setiap pelanggaran akan diproses sesuai hukum yang berlaku dengan koordinasi bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta dan aparat penegak hukum terkait.

Program Perkuat Nol Halinar

Wahyu menambahkan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan seluruh petugas sebagai bagian dari implementasi program Zero Halinar yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Program tersebut menitikberatkan pada terciptanya lingkungan masyarakat yang bebas dari handphone, pungutan pembohong, dan narkoba.

> “Kami akan terus memperkuat pengawasan dan menindak tegas setiap upaya penyelundupan. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Bukti Ketegasan Petugas

Keberhasilan menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba dalam satu hari menjadi bukti bahwa kewaspadaan petugas masyarakat tetap terjaga meskipun para pelaku terus mencari berbagai cara untuk mengelabui pemeriksaan.

Dengan pengawasan yang semakin ketat, Rutan Kelas I Jakarta Pusat menegaskan komitmennya mendukung pemberantasan narkoba sekaligus menjaga keamanan dan pengungkapan di lingkungan masyarakat.

“Modus bisa berubah, tetapi ketelitian petugas tetap menjadi benteng utama memberantas peredaran narkoba di balik jeruji besi.”

(Rico Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *