Home » BMKG Imbau Warga Alor Waspada Udara Kabur dan Asap, Jarak Pandang Bandara Mali Sempat Anjlok

BMKG Imbau Warga Alor Waspada Udara Kabur dan Asap, Jarak Pandang Bandara Mali Sempat Anjlok

Alor NTT, Jurnal09.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Mali-Alor merilis peringatan dini bagi masyarakat Kabupaten Alor terkait fenomena udara kabur (haze) dan asap (smoke). Kondisi ini dilaporkan telah teramati di sekitar Bandara Mali sejak Kamis (8/10/2026) hingga Senin (12/10/2026).

​Berdasarkan pengamatan meteorologi pada Senin (12/10/2026), jarak pandang mendatar (visibility) di area Bandara Mali mengalami penurunan yang lumayan signifikan. Pada pukul 10.30 WITA, jarak pandang tercatat sejauh 6.000 meter dengan adanya sebaran asap di area pendekatan pesawat (aircraft approach area). Kondisi kian memburuk pada pukul 11.30 hingga 13.30 WITA, di mana jarak pandang menyusut hingga 5.000 meter akibat diselimuti fenomena udara kabur.

​Terdeteksi Satelit Himawari-9

​Hasil analisis pemantauan citra satelit cuaca Himawari-9 beserta data informasi aerosol mengonfirmasi adanya indikasi sebaran asap dan partikel aerosol di wilayah Alor selama periode tersebut.

​Pihak BMKG mengindikasikan bahwa fenomena ini diduga dipicu oleh dua faktor utama, yaitu potensi transportasi asap lintas wilayah dari kawasan Papua bagian selatan serta kontribusi dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lokal di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Kendati demikian, analisis lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan sumber utama sebaran asap tersebut.

​Dampak Kesehatan dan Transportasi

​BMKG mengingatkan bahwa keberadaan partikel asing di atmosfer tidak hanya menekan jarak pandang, tetapi juga membawa risiko serius bagi kesehatan masyarakat—terutama jika asap berasal dari pembakaran biomassa.

​Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu yang memiliki riwayat gangguan pernapasan dan penyakit jantung diimbau untuk ekstra waspada. Selain risiko kesehatan, gangguan pada jarak pandang ini juga berpotensi mengganggu kelancaran serta keselamatan arus transportasi darat, laut, maupun udara.

​Imbauan Penting untuk Masyarakat

​Menyikapi kondisi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Mali-Alor mengeluarkan sejumlah poin imbauan keselamatan bagi warga Kabupaten Alor dan para operator transportasi:

  1. ​Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Kurangi kegiatan di luar rumah jika kondisi udara terlihat berasap atau semakin kabur.
  2. ​Gunakan Masker Standar: Apabila mendesak harus beraktivitas di luar ruangan, pakailah masker proteksi tinggi seperti jenis N95 atau KN95.
  3. ​Isolasi Rumah: Tutup rapat ventilasi, pintu, dan jendela saat asap terdeteksi berada di sekitar pemukiman.
  4. ​Waspadai Gejala Kesehatan: Segera konsultasi atau cari pertolongan medis jika mengalami batuk, iritasi mata, atau sesak napas berat.
  5. ​Keselamatan Berkendara: Tingkatkan kehati-hatian saat mengemudikan kendaraan dan selalu patuhi instruksi keselamatan transportasi.
  6. ​Cegah Karhutla: Hindari segala bentuk kegiatan pembakaran terbuka (open burning) dan segera laporkan ke pihak berwenang jika menemukan titik api.
  7. ​Pantau Informasi Resmi: Selalu perbarui informasi cuaca dan kualitas udara melalui saluran resmi BMKG.

​Stasiun Meteorologi Mali-Alor menegaskan akan terus memantau dinamika atmosfer secara real-time dan menyampaikan pembaruan data secara berkala kepada publik. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik, serta saling membagikan informasi resmi ini demi keselamatan bersama. Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *